MEA, Tantangan Menjadi Terdepan Dalam Budidaya Perikanan

CP Prima-PT Central Proteina Prima Tbk-udang-beku-pakan-udang-benur-probiotik
Sumber Gambar: linkedin.com/company/pt-central-proteina-prima-tbk

Sudah tahu bahwa Indonesia ditunjuk sebagai pimpinan MEA Center di bidang perikanan? Pelaksana tugas Ketua MEA Center diserahkan kepada Kepala Pusat Analisis Kerja Sama Internasional dan Antar Lembaga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

MEA sendiri berarti Masyarakat Ekonomi ASEAN. Lebih jauh, MEA adalah pemberlakuan kemudahan berkompetisi dan bersaing menjual barang dan jasa di dalam negara-negara ASEAN.

Sebagai Kepala MEA Center di bidang perikanan, Indonesia bertugas memberikan segala instruksi bagaimana standarisasi yang layak jual di pasar bebas MEA untuk barang, jasa dan proses produksi bidang perikanan.

Memimpin MEA Center sektor perikanan berarti Indonesia harus fair memberikan segala informasi bagaimana standarisasi yang baik dan benar kepada Malaysia, Singapura, Thailand, Filippina, Brunai, Myanmar, Vietnam, Laos, dan Kamboja.

Tidak hanya dalam memberikan informasi, Indonesia juga harus adil dalam memantau dan memberikan pendampingan kepada semua pihak yang membutuhkan bantuan. Tujuannya agar mereka siap bersaing dalam pasar tunggal ASEAN yang mulai berlaku akhir 2015.

Tantangan

Ketika tidak mendapat perlakuan istimewa dari MEA Center, sektor perikanan Indonesia mau tidak mau mempunyai tantangan tersendiri dibanding negara ASEAN lainnya. Yaitu, bagaimana menjadi pemenang di kompetisi free market MEA?

Tantangan tersendiri itu muncul karena mengikuti peran Indonesia. Idealnya, zona perikanan Nusantara tidak boleh memalukan Indonesia sebagai sebagai koordinator MEA Center. Harus ada harmonisasi antara menjadi pemimpin MEA Center dengan kesiapan menjadi terdepan di persaingan free trade MEA.

Di sinilah perlu beberapa upaya serta strategi untuk menjual barang dan jasa sektor perikanan, khususnya memajukan proses produksi budidaya perikanan Indonesia. Lebih lanjut, ada tanggung jawab Pemerintah Indonesia untuk menjamin standar mutu dan keamanan produk perikanan dari proses produksi sampai upaya menjualnya di pasar bebas MEA.

Pemerintah perlu melibatkan pihak swasta menginggat begitu besarnya beban tanggung jawab untuk lebih menyosialisasikan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/MEN/2007 dari Sabang dan Merauke.

CP Prima

Salah satu pihak swasta yang telah berpengalaman selama 35 tahun memajukan budi daya perikanan Indonesia, adalah PT Central Proteina Prima Tbk (selanjutnya disebut CP Prima). Perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambakan udang terpadu ini, sangat layak dijadikan mitra oleh pemerintah untuk memajukan sektor perikanan.

Ada beberapa upaya memajukan budidaya perikanan yang telah dilakukan CP Prima ini. Di antaranya seminar, pelatihan, pendampingan, sertifikasi serta melakukan proses menjamin mutu dan keamanan produk.

Perusahaan terbuka yang menghasilkan produk udang beku, pakan udang, benur dan probiotik ini, telah lama menyosialisasikan Bioteknologi, Akuakultur dan Fish Diseases dalam seminar untuk masyarakat luas serta di berbagai universitas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Selain seminar, CP Prima juga selalu mengadakan pelatihan Social Technopreneurship di sektor perikanan bagi mahasiswa dan masyarakat. Bagi pembudaya, nelayan dan petani perikanan juga sering dilatih untuk menjadi wirausaha mandiri oleh PT yang mempunyai visi “menjadi perusahaan akuakultur terbesar dan terdepan yang terintegrasi secara vertikal di dunia” ini.

Tidak berhenti di seminar dan pelatihan saja, CP Prima juga mengadakan program pendampingan serta bimbingan untuk mendukung pertumbuhan bisnis budi daya perikanan. Semua seminar, pelatihan dan pendampingan tersebut bertujuan agar proses praproduksi, produksi, pemanenan sampai dengan penanganan hasil pembudidayaan ikan berkualitas unggul.

Ukuran proses dan produk perikanan berkualitas unggul tidak lain tidak bukan adalah sertifikasi. Sebagai perusahaan yang telah mendapat sertifikasi British Retailers Consortium, Best Aquaculture Practices, Aquaculture Certification Council dan GlobalGAP, CP Prima tentu sudah sangat siap menjadi mitra pemerintah agar budi daya perikanan Indonesia menjadi terdepan dalam persaingan pasar bebas MEA.

****

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Lomba menulis memperingati ulang tahun PT Central Proteina Prima ke-35

Lomba-Blog-CP-Prima-memperingati-ulang-tahun-PT-Central-Proteina-Prima-ke-35

Iklan

2 thoughts on “MEA, Tantangan Menjadi Terdepan Dalam Budidaya Perikanan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s