Ilustrasi Sumber: ekbis.sindonews.com
Ilustrasi Sumber: ekbis.sindonews.com

Apa-apa yang sudah tersedia dan terbiasa, lalu hilang atau error sesaat seringkali membuat dongkol. Masalahnya ada di perilaku user yang “dimanja” oleh sistem. Dan sistem itu tiba-tiba hang, user pun kelabakan karena kenyamanannya terganggu.

Itulah yang terjadi pada saya tadi pagi (17/11/2015). Sudah mulai terbiasa gunakan Go-Jek sebagai sistem moda transportasi pribadi,ternyata pagi itu mendadak apps failed terus. Kelabakanlah saya, tanpa persiapan memilih opsi lain.

Berangkat satu jam sebelum acara, prakiraan saya motor berpengemudi helm hijau itu akan mengatarkan saya ya kira-kira 45 menit. Kenapa? Karena malamnya saya sudah melakukan simulasi di Apps Go-Jek, terhitung disitu jarak akan ditempuh selama 45 menit dari rumah ke Mall Ambassador.

Kenyatannya, saya keringatan lalu panik memencet berkali-kali (lebih dari 5 kali) apps Go-Ride. Dan itu memakan waktu kirain setengah jam ternyata satu jam, Duaar. Solusi pun mampet karena pikiran keburu panik duluan.

Sebenarnya ada solusi yang terpikirkan sesaat, naik kendaraan umum atau Busway. Resikonya, saya terlambat sejam lebih dari mulainya acara. “Tidak…” Saya belum pernah ke Mall Ambassador, itu yang membuat saya menolak opsi itu. Nanti malah nyasar kemana-mana, pikir saya.

Akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi berangkat ke acara. Mumet kepala karena memikirkan “wah saya mengecewakan seseorang yang mengundang saya.” “Saya harus bilang apa?”

Bertanyalah saya “kenapa error disaat diperlukan?” Itu yang membuat penasaran pagi itui di saat memesan ojek online. Nah penasaran saya itulah yang makan waktu karena berkali-kali menekan-nekan apa yang harus ditekan di Smartphone.

Saya kira permasalahan ada di sinyal operator, ternyata tidak bisa menentukan lokasi pemberangkatan, tidak bisa menentukan lokasi tujuan, price-nya loading terus makanya tidak bisa tekan tombol “Next dan Order”. Macam-macam error itu barangkali disebut bug, bearti masih butuh perbaikan ke depannya.

Usut punya usut malamnya saya dapat email dari Go-Jek, tidak ada lagi tarif Rush Our di Jakarta. Dugaan saya, seharian penuh kemarin tim IT Go-Jek sedang memperbaiki appsnya. Nah tanpa pemberitahuan ke para konsumennya, errorlah sistem Go-Jek itu karena perbaikan.

Saran saya, ya demi kepuasan komsumen Go-Jek buat lagi Apps kembar pemesanan Ojek. Apps kembar itu berguna di saat Apps utama error. Jadi Apps kembar hanya bisa diaktifkan dari tim IT Go-Jek di saat sistem utama error. Misalnya user harus minta pasword untuk mengaktifkan Apps kembar. Maksudnya, password hanya aktif sekali pakai ya pass error itu.

Iklan