Launching 4Gplus: Indosat Ooredoo Menantang Mitos Angka Sial 4

IM3 Ooredoo-4Gplus
Dokumen Pribadi

Mitosnya sudah rahasia umum, 4 itu angka sial. Percaya nggak percaya, mitos yang berasal dari kawasan Asia Timur itu menjalar ke berbagai bidang. Mulai dari sosial, kuliner, arsitektur, bisnis sampai teknologi, sebagian besar user-nya menghindari menggunakan angka 4.

Penyebab 4 itu angka yang tidak beruntung karena ada yang menyamakan 4 dengan huruf D (A, B, C, D = Death). Ada juga yang menyamakan 4 itu hasil dari penjumlahan angka sial lannya (13 = 1 + 3 = 4). Dan juga ada yang menyamakan, dalam bahasa Mandarin 4 itu ditulis sii (diucapkan se = Mati).

Maka dari itu, ada satu dua gedung atau Mall di Jakarta lantainya menghindari angka 4 dengan menganti jadi 3A. Di bidang teknologi ada juga yg begitu, tidak menggunakan angka 4. Misal Nokia, sebagian besar angkatan 90-an tahu seri handphone keluaran Nokia awalannya tidak ada yang berkode 4 (2xxx , 3xxx , 5xxx , 6xxx , 7xxx , 8xxx dan 9xxx).

Ada yang nekat gunakan angka 4 sama-sama teknologi berbasis handphone, yaitu Iphone 4. Akibatnya, Apple harus bertanggung jawab karena masalah ketidaksempurnaan antena di Iphone 4.

4 Generation

Lalu bagaimana dengan teknologi telepon seluler terkini? 4G, fourth-generation technology. Tanda-tanda mengarah ke sana sudah ada. Semenjak 4G diperkenalkan di Indonesia dari tahun 2013, operator-operator seluler, pemerintah apalagi masyarakat bagai terkena sindrome gaptek (gagap teknologi).

Beberapa operator besar pada awalnya menyambut dingin 4G LTE (Long Term Evolution). Alasannya, bulan madu dengan teknologi 3G (UMTS) belum selesai dan akan terus berlanjut ke 3,5G (HSDPA). Dalam arti, ada yang masih baru membuka jaringan 3G di kawasan tertentu dan masih pada taraf membuka jaringan 3G di daerah-daerah baru tiba-tiba 4G datang. Kecepatan internet 3G pun dinilai sudah kencang.

Dari pemerintah, perizinan memodernisasi pita frekuensi 1.800 MHz atau ke 700 MHz  (dua frekuensi yang tepat untuk digunakan 4G) masih menemui banyak kendala. Sedang dari masyarakat, keharusan mengganti handset ramah 4G itu yang membuat repot karena harus meninggalkan kenyamanan berinternet dan banyak yang masih mahal harga smartphone 4G.

Apakah semua kendala tersebut merupakan tanda-tanda mitos sial karena ada unsur angka 4 di 4G?

Ooredoo

Beberapa operator besar seluler di Indonesia pada akhirnya mau tak mau harus melewati proses standar generasi keempat dari teknologi telepon seluler, daripada menghindarinya. Menarik strategi yang dilakukan Indosat menjawab tantangan mitos sial 4 dalam 4G, dibanding operator seluler lainnya.

Strategi pertama adalah mengubah nama brand dari Indosat ke Indosat Ooredoo. Ooredoo berasal dari bahasa Arab yang artinya “Aku Berkehendak atau Aku Ingin.” Satu kalimat aktif, positif serta bertenaga (memotivasi).

Lebih jauh, dalam kalimat Ooredoo mengandung makna nilai-nilai kinerja budaya timur tengah. Mempercayai sekumpulan nilai kinerja positif inilah yang menjadi senjata untuk menantang mitos sial angka 4.

“Kami ingin dunia digital lebih dari sekadar konektivitas. Dunia digital harus bersahabat, simpel, dan mudah diakses sehingga semua pihak dapat melakukan banyak hal melalui dunia digital. Dengan digital dan teknologi, kami akan membantu kehidupan masyarakat Indonesia dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Alexander Rusli (President Director and CEO Indosat Ooredoo) ketika menjelaskan nilai-nilai kinerja terbaru dari Indosat Ooredoo dalam acara peresmian brand baru di kantor pusat PT Indosat, Jakarta, Kamis (19/11/2015).

4Gplus     

Seminggu lebih kemudian (Senin, 30/11/2015), Indosat Ooredoo me-launching strategi kedua yaitu peluncuran im3 4Gplus. 4Gplus bisa juga ditulis 4G+ atau 4Gpositif. Ibarat suatu timbangan, istilah 4G perlu dinetralisir atau diimbangi dengan kekuatan positif agar angka sial 4 tidak mendominasi.

Presiden Director & CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli bersama Chief Marketing Officer Andreas Gregori di acara peluncuran 4Gplus | Dokumen Pribadi
Presiden Director & CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli bersama Chief Marketing Officer Andreas Gregori di acara peluncuran 4Gplus | Dokumen Pribadi

Di Ballroom Hotel Kempinsky (tempat berlangsungnya acara launching 4Gplus), Alexander Rusli menjelaskan: Layanan internet 4G-LTE berkecepatan tinggi milik Indosat Ooredoo merupakan layanan ber-bandwidth besar dan seharga layanan 3G yang mudah diakses setiap orang di Indonesia.

Dari dua penjelasan Alexander Rusli di dua acara yang berbeda, kalimat kuncinya adalah kemudahan mengakses teknologi digital melalui layanan internet 4G-LTE Indosat Ooredoo.

Tantangannya adalah ada di dua pertanyaan saling terkait berikut: Akankah nilai-nilai kinerja terbaru Indosat Ooredoo menjadi prinsip (baca: kepercayaan) kinerja semua karyawan Indosat Ooredoo? Lalu akankah layanan internet 4G-LTE Indosat Ooredoo bisa membuat para pelanggan atau komsumen terbaru, percaya bahwa layanan tersebut memang mudah diakses, simpel dan bersahabat?

Jawaban dari dua pertanyaan itu perlu pembuktian proses waktu, sebagaimana mitos sial angka 4 juga perlu proses waktu untuk dipercayai sebagian masyarakat.

 

 

Iklan

3 thoughts on “Launching 4Gplus: Indosat Ooredoo Menantang Mitos Angka Sial 4”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s