Chelsea-Leicester-Selasa

Mourinho Melawan Kecepatan Di King Power

Chelsea-Leicester-Selasa

Pertandingan Selasa besok (03.00 15/12/2015) seperti laga De Javu antara Chelsea VS Barca di semifinal liga Champions 2012. Ulangan itu kalau strategi marking wilayah melawan Tiki Taka ala Inggris, benar-benar diterapkan di Stadion King Power.

Dua formula yang saling bertolang belakang, namun cocok untuk saling meredam. Membayangkannya saja sudah asyik, bagaimana serangan serangan Vardy dan Mahrez membentur “Bus biru” yang terparkir di depan gawang Courtois. Lalu dengan sangat cepat serangan balik yang dimulai dari Ramirez bergerak menusuk gawang milik anak dari kiper legenda Peter Schmeichel.

Tapi pertandingan Chelsea VS Leicester City ditentukan di lapangan hijau bukan hasil prediksi. Selain itu, dua formula strategi sepak bola tersebut situasinya juga sudah berubah. Di musim kompetisi 2015/2016 ini, strategi utama Mou menjadi musuh besar klub-klub EPL lainnya. Hasilnya, Chelsea mengalami kekalahan delapan kali dan posisinya berada di 14 klasemen sementara Liga Inggris.

Dianggap musuh besar karena di musim kompetisi 2014/2015 yang lalu, strategi pragmatis Chelsea merusak keseruan laga ideal sepak bola yang saling menyerang. Dan ketika mendapat kritikan begitu, dengan keras kepala Mou beragumen dia memedulikan kemenangan bukan indahnya pertandingan.

Akhirnya Mou seakan mendapat hukuman, Courtois yang menjadi andalan strategi marking wilayah dari awal musim ini cedera. Bukannya mengubah strategi, Mou dengan keras kepala masih mengandalkan kecepatan satu dua pemain dibanding kerjasama antar pemain.

Pelan tapi pasti semua klub BPL, membaca taktik skuad The Blues. Marking wilayah dilawan dengan man to man marking. Kecepatan Hazard atau pemain Chelsea lainnya dalam men-dribble bola dilawan dengan penjagaan ketat tiga pemain lawan sekaligus.

Di pekan ke-16 Liga Premier Inggris, apakah Jhon Terry dan pasukannya akan menerapkan strategi yang sama melawan klub The Foxes? Kalau iya, kekalahan kesembilan mungkin terjadi karena tim besutan Ranieri akan mengandalkan kerjasama ala Tiki Taka dan kecepatan ala Kick n Rush.

Kalau di semifinal Champions 2012, Chelsea dapat meredam Trio Tiki Taka Barca Iniesta, Xavi dan Messi, akankah sekarang barisan pertahanan Chelsea bisa meredam Trio Tiki Taka Leicester (Vardy, Mahrez dan Okazaki)?

***

Kalau ingin menonton siaran langsung Chelsea VS Leicester City, sekarang mudah nggak harus pake antena parabola segede Gaban. Mumpung siaran langsungnya masih besok Selasa dini hari live di Bein Sports 3, pulsa Indosat, XL dan Telkomsel seharga 49.000 sudah bisa dipakai buat Live Streaming di apps Genflix atau Genflix.co.id. Dapat sebulan berlangganan lagi, caranya baca di sini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s