Samsung-Experience-Store-Kartini-April-2016.jpg

Ingin Ibu Bahagia, Anak Belikan Smartphone

Samsung-Experience-Store-Ahmed-Tsar-Vivalog
Bersama Ibu Saat Wisuda

Adakah sosok yang tak peduli dengan perkembangan teknologi? Menurut saya, ada yaitu Ibu saya sendiri. Untuk mengangkat telepon dari kakak saya saja, Ibu tak mau dan selalu minta tolong saya. Baru nanti ketika telepon tersambung, Ibu mau bicara. Matikan telepon juga begitu, lagi-lagi saya yang menonaktifkannya.

Padahal di lain waktu, sering saya ajarkan bagaimana caranya mengangkat dan menutup telepon. Tapi ketika prakteknya, Ibu seakan panik dan tak mau menyentuh handphone yang berdering. Dan, saya akhirnya yang menerima telepon itu.

Pernah saya tanya ke Ibu, kenapa bisa begitu tidak mau menerima dan menutup telepon? Ibu bilang ribet dan juga cepat lupa. Nah untuk jawaban lupa, saya sebenarnya sudah beri solusi ke Ibu. Saya catat poin per poin cara angkat dan mematikan telepon seluler (ponsel). Tapi ya itu tadi, tulisan itu malah dihilangkan oleh Ibu, lupa ditaruh di mana.

Kalau ribet, kata Ibu bingung pilih tombol mana yang harus dipencet untuk menghidupkan dan mematikan ponsel jadulnya. Saya sudah beritahu berkali-kali ini tombol menghidupkan telepon dan sebelahnya tombol mematikan, respon Ibu hanya manggut-manggut di saat diajarin tapi bingung lagi di saat telepon berdering.

Sampai April 2015 kemarin, Ibu butuh komunikasi lewat telepon karena Beliau mau Umroh hanya berdua dengan kakak perempuan saya. Mau tak mau, Ibu harus belajar menghapal cara mengangkat dan mematikan HP.

Hari ketiga Umroh, saya menghubungi Ibu. Alhamdullillah, Ibu sendiri yang angkat telepon. Setelah bicara sana sini menanyakan kabar dan suasana di rumah dan di sana, saya tanya “Ibu kok bisa angkat telepon sendiri nggak bingung lagi?” “Kan kemarin-kemarin nggak penting,” jawab Ibu sembari ketawa.

Sekarang, Ibu dari Senin sampai Sabtu ikut pengajian di beda tempat setiap harinya. Ibu pernah bilang ke saya, ibu-ibu pengajian yang lain sudah tidak mencatat gunakan pulpen dan buku tapi memakai ponsel layar sentuh.

Ingin rasanya saya belikan Ibu ponsel layar sentuh atau biasa disebut ponsel pintar untuk keperluan pengajian. Apalagi setelah saya melihat video Samsung Experience Store yang membuat saya ‘merinding,’ dan membuat keinginan semakin besar untuk membelikan ponsel pintar.

Video ini membuat saya berpikir ulang, di era teknologi dan internet saat ini, ibu berhak juga untuk maju. Usia bukanlah halangan untuk belajar terus. Menurut saya, video berdurasi 3 menit lebih ini, berisi pesan moral: Kasih sayang ibu terhadap anaknya yang merantau, bisa diekspresikan berkat adanya teknologi.

Saya tanya ke Ibu, perlu tidak ponsel layar sentuh? Jawaban Ibu tidak sesuai harapan saya, katanya belum begitu penting. Untuk pengajian masih bisa mencatat, walau hanya Ibu sendiri yang menulis di dalam pengajian menggunakan pulpen.

Di lain waktu saya tanya kakak perempuan. Dia jawabnya, “kalau mau beliin hape, beliin ajah. Jangan nanya-nanya ke Ibu dulu.” Terus kakak saya bilang, kalau mau belikan ponsel pintar ajak ibu ke Samsung Experience Store Kota Kasablanka karena dekat dari rumah.

Tenaga-Ahli-Konsultasi-Samsung-Experience-Store
Arahan Dan Bantuan dari Staf Samsung Experience Store

Permasalahannya, mau nggak ya Ibu diajak ke Kota Kasablanka secara Ibu sama sekali belum pernah masuk Mall? Kakak, saya tanya begitu malah ketawa. “Ajak ajah pas lagi nggak pengajian. Bilang mau diajak jalan-jalan. Nanti pas masuk Kokas langsung ke Samsung Experience Store jangan kemana-mana dulu.”

Menurut pengalaman Kakak saya, beli Smartphone di Samsung Experience Store nyaman banget. Di sana dia bisa tahu Smartphone apa yang sesuai kebutuhannya sehari-hari. Kakak saya juga puas dengan pelayanan stafnya, dibantu sampai bisa.

“Kalau masih ragu ajak Ibu ke Mall, sini uangnya ajah titip ke gua? Entar, gua ajak Ibu bareng keluarga gua besok minggu,” kakak saya menodongkan tangannya. Giliran saya yang ketawa, “wooo enak ajah. Emang kenapa Mbak ngebet banget pengin kesono lagi?”

“Satu, dua anak gue bisa main di Kids Zone-nya. Kedua, suami gue bisa nyobain produk-produk terbaru Samsung, bebas disentuh dan dipelajari.” Kemudian kata Kakak saya, dia bisa update aplikasi-aplikasi Android di sana karena ada WIFI gratis yang akses internetnya cepat. “

Apa yang digambarkan sekilas di Video Samsung Experience Store ditambah dengan penjelasan Kakak Saya, makin membuat saya penasaran dengan layanan di Samsung Experience Store.

Oke siap-siap Ibu sebelum Ramadhan ini, saya akan beri kejutan. Kapan lagi bisa membuat Ibu bahagia

 

Iklan

18 thoughts on “Ingin Ibu Bahagia, Anak Belikan Smartphone”

    1. Yup Bu Lisa , akhirnya menceritakan Ibu sendiri, mau ceritain Ibu Mertua belum punya eh…

      Nah Iya, ribet di Samsung Experience Store akan dibantuh menjadi mudah dan sederhana

  1. Setuju banget, kapan lagi membuat Ibu kita bahagia kalau bukan saat ini? Semoga kita selalu dapat menjadi anak yang berbakti ya Mas Ahmed, hiks.. tuh kan jadi inget emak di Garut 😥

  2. Sosok ibu merupakan yg paling the best,jadi seyogyanya anak berbakti n menghargai ibundanya seperti mas Ahmed yg berhati mulia ini😊semoga terijabahi y mas membeli ponsel baru utk bundanya🙏🙏

  3. Emak saya juga gitu mas
    Pakai hp yg penting buat nelpon dan nerima telpon aja..pernah saya ajarin.cara BBM sama SMS. Tapi ya itu.. mama lupa dan bingung. Yang penting bisa nelpon anak, cucu dan.teman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s