​SEVEL “SYARIAH” 

Lihat sisi positifnya, lalu mulai berinovasi lagi

Ada yang bilang kegagalan Sevel di target marketnya, dan regulatornya. Dari dua analisis tersebut, ada yang luput dianalisis: Yaitu dampak hilangnya penjualan miras & minol di Sevel. Saya pernah baca entah di mana, hilangnya jenis minuman botol itu di Sevel mengakibatkan pemasukan Sevel menurun signifikan. Sebabnya “target market premium” Sevel juga ikut hilang. Target market premium adalah sekelompok pembeli spesial karena mau membeli miras & minol di Sevel berulang-ulang.

Nah terlepas dari siapa yang harus disalahkan soal urusan hilangnya penjualan miras & minol di Sevel, lihat sisi baiknya untuk melakukan perubahan lagi (iya kalau Sevel mau bertahan sekali lagi dan mau melakukan inovasi). Berawal dari tekanan “publik muslim” muncullah opini umum tentang pelarangan penjualan miras & minol, termasuk di Sevel. Flashback ke belakang, akhirnya terealisasi juga kebijakan Kementerian Perdagangan melarang miras & minol di Sevel (16 April 2015).

Artinya apa ini? Ada yang tak bisa diabaikan dalam proses penjualan. Dalam kasus Sevel, “publik muslim” tak bisa diabaikan begitu saja. Lebih jauh, ada urusan kultur “di mana bumi dipijak” yang diabaikan oleh Sevel. Nah daripada menyalahkan “publik muslim” sebagai kultur yang menghalangi penjualan, kenapa mereka tidak dirangkul saja. Kenapa harus dirangkul? Ya karena mereka adalah market muslim terbesar di Indonesia.

Sampai di sini, Sevel “seharusnya” melihat peluang bukan lagi meratapi kegagalan demi kegagalan. Silahkan dari pihak Sevel sendiri, lakukan inovasi secara kreatif dengan merangkul market muslim terbesar di Indonesia. Salah-satu clue-nya: Ganti “target market premium” yang hilang, menjadi “target market premium” yang baru.

Iklan

11 thoughts on “​SEVEL “SYARIAH” ”

  1. Salah satu tempat nongkrong anak gaul jakarta nih dulu. Sempet heboh banget waktu baru-baru buka. Waktu kuliah kalo lewat sevel pasti banyak anak-anak sma pada nongkrong.

  2. Waktu tahu kalo sevel tutup cukup kaget juga sih, karena saya bener=bener tidak punya difirasat bahwa gerai toko ini akan tutup. Jadi pas tahu sevel tutup secara permanen benar-benar mengagetkan sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s