Arsip Kategori: Kiat Menulis

Semacam Tips Menulis Freewriting

Sumber Gambar: www.skyword.com
Sumber Gambar: http://www.skyword.com

Klise memang, tapi itulah kenyataan yang sering terjadi pada saya. Ya tidak lain tidak bukan berkaitan tentang urusan menulis. Katanya blogger, tapi kok update tulisan terbaru sangat jarang. Sebagai ukuran, per bulan saya rata-rata memposting tulisan terbaru hanya satu atau dua tulisan.

Ada apa ini? Sebenarnya penyebabnya biasa saja, maka dari itu saya sebut klise. Masalah utamanya saya kira adalah, malas menulis postingan terbaru. Nah lho berbicara malas, saya pernah dengar dan ini terus tersimpan dalam benak saya, begini kira-kira: “Kalau ada orang  beralasan malas, maka orang itu sudah tidak bisa diubah lagi.”

Benarkah demikian? Maksudnya alasan malas menulis saya sudah mentok dan tidak bisa diubah lagi. Lagi-lagi katanya blogger. Hmm, kalau berbicara “lagi-lagi blogger,” bisa jadi di satu sisi ada keinginan saya untuk terus menulis. Nah ini dia, seakan ada dua keinginan yang saling mengalahkan tetapi keinginan malas sudah melaju duluan melakukan aksinya.

Sampai di sini saya berpikir, “kok bisa ya?” Halah tuh bener kan, pertanyannya aja klise. “Sebentar saya lupa mau menulis apa lagi karena pikiran lagi nggak fokus.” “Oke, lanjut ke sini saja, gaya biasanya.” Intinya, setelah saya dibuat berpikir dari dua hari kemarin, bisa jadi penyebabnya adalah malas (lagi-lagi) menuliskan pengalaman terbarunya.

Nah dari tadi saya menulis pembukaan tulisan ini, sebenarnya mau berbicara masalah ini, “saya malas memposting pengalaman baru saya di blog.” Dan satu lagi penyebab sepertinya, yaitu ketika di tengah-tengah tulisan atau masih dalam keadaan menulis, tiba-tiba saya hilang gairah menulis.

Seperti yang saya alami pada saat menulis tulisan ini. Niat awal cuma semacam menganalisa satu penyebab “saya malas memposting pengalaman baru,” eh mendadak seakan ‘nyawa semangat’ menulis saya hilang begitu saja. Ibarat lagi naik gunung, eh pas di lerengnya tiba-tiba semangat mendaki hilang, “Nah loh, itu enaknya diapain?” Maka dari itu, mau nggak mau saya melibatkan tema semangat menulis sekaligus untuk memaksa saya untuk terus merangkai kata.

Kembali ke menulis pengalaman baru

Mau bagaimana lagi, sebenarnya saya ingin menulis tema “menulis pengalaman baru.” Mau nggak mau kembali bicarakan hal itu. Jadi begini, saya cuma mau bilang bahwa “menulis pengalaman baaru” merupakan salah satu jenis tulisan blogger. Jenis tulisan blogger lainnya adalah reportase, opini, esai dan fiksi.

Nah ini dia, setelah saya pikir-pikir, apa ya jadi lupa tuh. Penyebab saya sangat jarang menulis postingan adalah sering sekali menunda berbagi pengalaman saya, baik yang terbaru atau sebaliknya. Mengapa hanya pengalaman? Maksudnya kenapa jenis tulisan blogger lainnya tidak saya sentuh sebagai penyebab. Kalau mau dicari persamannya, sebenarnya untuk jenis tulisan blogger lainnya juga sama kondisinya, saya sering menunda menulikannya.

Akan tetapi khusus jenis tulisan “berbagi pengalaman,” semacam ada penekanan berbeda di sini. Kalau untuk reportase, opini, esai dan fiksi bisa jadi ada pemakluman kenapa ada penundaan untuk dituliskan. Alasannya karena semua jenis tulisan blogger itu (selain jenis tulisan pengalaman) memerlukan pemikiran selektif maka dari itu perlu semacam “ruang penundaan.”

Berbeda dengan jenis tulisan “berbagi pengalaman,” ia bagaikan jutaaan sumber data yang tersimpan di perpustakaan otak dan siap dikeluarkan kapan pun dan dengan cara apa pun. Nah arti siap di sini maksudnya jutaan sumber data pengalaman itu siap dituliskan dalam cara apapun, termasuk menulis bebas (freewriting).

Kalau dipikir lebih jauh, sebenarnya blogger bisa mengambil keuntungan dari kondisi adanya jutaan sumber data pengalaman diri pribadi. Keuntungannya adalah bisa menulis secara berkala, misal dalam sehari bisa menghasilkan tulisan “pengalaman” per dua jam sekali. Tuliskan saja secara freewriting.

Itu idealisnya, kenyataannya, beuh, maka dari itu saya menuliskan masalah menunda ini. Udah gitu aja.

 

Iklan

Tentang Tulisan Reportase User Experience

Desain-dari-Rosid.Net

Tentang Diferensiasi (pembeda) reportase khas blogger BRid. Perlu ditegaskan di sini bahwa BRid bukan grup kumpulan wartawan dan juga bukan kumpulan buzzer.

Oleh karena itu ketika menulis reportase liputan bersama BRid, mohon dengan sangat jangan ditulis dengan gaya (style) berita langsung (Straight News). Maksudnya suatu berita yang singkat dengan hanya menyajikan informasi terpenting saja yang mengandung unsur 5W + 1H ( who, what, where, when, why, dan how).

Lanjutkan membaca Tentang Tulisan Reportase User Experience

Sepuluh Format Artikel Majalah

Pagi ini saya kembali membuka file-file tulisan lama untuk belajar kembali bagaimana caranya menulis. Salah-satu file yang saya baca tentang bagaimana formatartikel untuk majalahSumber tulisan ini berasal dari buku The Magazine Writer’s Handbook karya Franklynn Peterson dan Judi Kesselman-Turkel. Meminjamistilah Hernowo Hasyim), tulisan ini adalah hasilmengikat makna” saya terhadap buku tersebut dari halaman 50 sampai 81. Berikut Sembilan format artikel majalah tersebut:

Lanjutkan membaca Sepuluh Format Artikel Majalah

Rahasia Kreatif Bisa Menulis: Plagiat Saja

Sumber: theguardian.com

“Ngawur judul ini.” Itulah respon temanku ketika aku perlihatkan judul tulisan ini. Ya barujudul, belum isi tulisannya. “Memang isinya apaan?” Ya baru mau ditulis, makanya jangan terjebakdengan judul.

“Ya kalau gitu, judul tulisan ini diganti dong. Plagiat gimana gitu” temanku masih ngeyel.Bagaimana apanya? Apa karena plagiat berkonotasi negatif? “Yup” jawab temanku mantap. “Tahu tidak seh apa arti plagiat? Ini menurut KBBI” waduh, temanku satu ini, mau menjabarkan definisi plagiat.

Pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat tersebut milik sendiri. Misal menerbitkan karya tulis oranglain atas nama dirinya sendiri.

Tentunya bukan plagiat seperti itu yang ingin saya tuliskan. Ini adalah plagiat kreatif, bisa diblang begitu.

Menjiplak Kreatif

  Lanjutkan membaca Rahasia Kreatif Bisa Menulis: Plagiat Saja

Semacam Kiat Menulis: Penulis On Fire

Salut terhadap penulis yang selalu on fire, siap menulis dalam keadaan apapun. Baik tidak adanya mood apalagi adanya mood bagus, penulis on fire seakan selalu produktif berkarya. Tiap hari, tiap jam atau pun tiap menit selalu ada saja ide menulis untuk dituangkan menjadi rangkaian kata. Dan akhirnya berpuluh-puluh tulisan, tercipta dari penulis ini tiap minggunya.

Berbeda dengan penulis mandul, ia produktif hanya di kala suasana moodnya bagus. Bisa ditebak, kalau ia berada di dalam suasana jelek atau dalam keadaan mood tidak bagus, maka produtivitas menulisnya menurun atau malah berhenti sama sekali. Lalu biasanya penulis ini, mencari-cari alasan kenapa ia tidak bisa menulis lagi.

Pemain bola

Lanjutkan membaca Semacam Kiat Menulis: Penulis On Fire