YMJE-FI: Kala Teknologi Motor GP Diperkenalkan

Tulisan ini adalah repost Tulisan Saya Sendiri Di Kompasiana dan tulisan ini telah menjadi pemenang Juara II Kompasiana-Yamaha Blog Competition

Saatnya Basmi Vampire Penghisap Energi

13274653871491836338
Ilustrasi (Sumber: youtube.com/user/DoctorMuzicOfficial)

Semenjak bisa menikmati menonton balapan motor GP dan Formula One, saya heran dengan apa dan bagaimana merawat dua kendaraan tercepat itu. Keheranan itu terjadi ketika saya melihat ada motor atau mobil tersebut ganti ban. Pada saat masuk pitstop, pengendara di atas motor atau mobil langsung dikerubuti sekelompok mekanik. Mereka ada yang mengganti ban dari kondisi basah ke kering atau sebaliknya, dan mengutak-atik mesin. Nah, penasaran saya tertumpu pada seorang mekanik yang sedang mengopersikan laptop di sisi kendaraan. Setelah saya amati, ternyata laptop itu terhubung dengan mesin kendaraan. Timbul pertanyaan: apa yang dilakukan mekanik itu dengan laptopnya?

Lanjutkan membaca YMJE-FI: Kala Teknologi Motor GP Diperkenalkan

Iklan

Hukuman Koruptor: Tidak Cukup Difakirkan, Harus Dikafirkan!

Sumber: chillinaris.blogspot.com

Saya akui judul ini dramatis namun karena sebagian besar masyarakat Indonesia sudah sangat geram luar biasa terhadap tindak-tanduk koruptor, maka sepertinya pantas postingan ini berbicara tentang pengkafiran terhadap koruptor. Kafir di sini berarti orang yang tidak mempercayai seluruh ajaran agama. Tentu ajaran agama apapun. Setahu saya, semua ajaran agama tidak memperbolehkan mencari uang dengan jalan yang tidak sah (kalau dalam Islam ya haram gitu). Nah, apa dampaknya kalau seseorang melanggar ajaran agamanya dengan cara mencari uang dengan jalan haram? Yup, ia disebut kafir (coba bandingkan dengan definisi kafir menurut KBBI: Kafir adalah orang yang tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya. Pertanyaan klisenya: apakah orang yang melanggar ajaran agama, orang itu termasuk tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya? Silakan gunakan logika awam anda untuk menjawab ini.)

  Lanjutkan membaca Hukuman Koruptor: Tidak Cukup Difakirkan, Harus Dikafirkan!

Hukuman Koruptor: Pemiskinan Saja Belum Cukup, Harus Difakirkan!

Sumber: tubasmedia.com

Kalau orangnya sudah berotak koruptor tidak cukup hukuman pemiskinan, perlu tambahan hukuman yang menjerakan. Sebut saja difakirkan. Alasannya, pola pikir orang yang sudah korupsi selalu sajA mencari cara bagaimana meraup materi sebanyak-banyaknya dengan segala cara, walaupun koruptor itu sudah jatuh miskin. Alasan ini saya rasa cukup logis kalau misalnya kita bandingkan dengan seorang koruptor yang sudah punya duit segunung Himalaya, dia akan terus berusaha lagi mencari tambahannya seluas samudera Hindia. Kata kuncinya adalah kesempatan. Nah, kalau sudah berbicara kesempatan, pelaku korupsi tidak memandang lagi dirinya itu miskin atau tidak. Lha wong, orang lain memandang dia sudah kaya, tetapi dianya (koruptor) masih merasa miskin kok. Karena masih merasa miskin oleh karena itu dia terus-menerus belum puas berbuat korupsi.

  Lanjutkan membaca Hukuman Koruptor: Pemiskinan Saja Belum Cukup, Harus Difakirkan!

Jebakan Haram Multi Level Marketing

Sumber: fortunenow.com

Anda pelaku MLM (Multi Level Marketing)? Atau Anda pernah trauma menjadi anggota suatu sistem pemasaran berjenjang? Kalau Anda pelaku MLM, cermatilah apakah sistem yang digunakan dalam penjualan langsung beserta produknya mengandung unsur haram atau subhat. Kalau Anda pernah trauma berarti sama dengan saya.

Ya, saya pernah menjadi anggota sistem pemasaran berjenjang sewaktu kuliah, tepatnya ada tiga sistem MLM yang saya ikuti. Tiga-tiganya gagal saya jalani. Mengapa, apakah ini karena salah saya? Tidak sepenuhnya. Terlebih dahulu, saya mengapresiasi kepada setiap orang yang telah berhasil atau sukses mengikuti sistem penjualan langsung. Bagi yang berhasil berarti telah menjalani hukum besi kesuksesan, yaitu tidak ada proses instant untuk meraih kesuksesan.

Tapi sayang, hukum besi kesuksesan tersebut seringkali dikemas (biasanya oleh upline suatu MLM) dengan jebakan-jebakan manis yang menjurus pada unsur keharaman. Jebakan manis inilah yang membuat saya tergiur bergabung ke dalam sistem pemasaran berjenjang, mungkin juga pernah dirasakan oleh Anda. Apa saja jebakan-jebakan manis tersebut dan di mana saja letak unsur-unsur keharamannya?

  Lanjutkan membaca Jebakan Haram Multi Level Marketing

99 Pintu Neraka Diperoleh dari Berdagang

Sumber: ebayuonline.blogspot.com

“Judul ini ngawur, mana ada yang mengatakan 99 pintu neraka ada di dagang”. Itulah komentar kakak saya ketika selintas melihat judul postingan ini. Memang kalau dilihat dari jejak sejarahnya, setahu saya ya tidak ada. Judul opini ini adalah buatan saya sendiri. Judul tersebut adalah plesetan dari Hadist Rasul “99 pintu rizki ada di dagang”. Nah, kalau Hadist ini jelas ada jejak sejarahnya. Banyak dari umat Islam yang mempercayai Hadist Rasul tersebut (dan tentunya itu tidak salah) kemudian mengamalkannya, maksudnya berprofesi menjadi pedagang (istilah pedagang di sini dalam arti luas, mencakup wirausahawan jasa dan non-jasa yang menjual hasil usahanya).

Menurut saya, hati-hati menerapkan Hadist Rasul “99 pintu rizki ada di dagang” karena ada semacam “jebakan Betmen” di Hadist itu. Apa dan bagaimana “jebakan Betmen” hadis itu? Siapa saja orang yang terjerat “jebakan Betmen” tersebut sehingga tanpa sadar orang itu malah menerapkan Maqolah “99 pintu neraka ada di dagang”?. Berikut penjelasannya.

Lanjutkan membaca 99 Pintu Neraka Diperoleh dari Berdagang

Liputan Blogger | Karena Blogger Juga Reporter