Memanfaatkan Definisi Untuk Menulis

Sumber: wonderingfair.com

Tulisan ini bukan bermaksud untuk menyeragamkan gaya menulis. Memulai dengan definisi merupakan salah-satu tipikal dalam menuangkan ide ke bentuk visual. Bahkan dari definisi saja dapat dikembangkan menjadi bahasan tersendiri. Berikut pembahasannya.

Menurut kamus WordWeb, definisi adalah A concise explanation of the meaning of a word or phrase or symbol. Maksudnya, definisi mencerminkan suatu penjelasan ringkas dari arti kata, pernyataan atau simbol. Terkadang definsi disebut juga terminologi, yaitu A word or expression used for some particular thing. Artinya, terminologi mendeskripsikan suatu kata atau pernyataan yang digunakan untuk beberapa istilah khusus.

Lanjutkan membaca Memanfaatkan Definisi Untuk Menulis

Memanfaatkan Alter Ego Untuk Menulis

Ilustrasi (sumber Gambar: manmadediy.com)
Ilustrasi (sumber Gambar: manmadediy.com)

Banyak sisi arti untuk memaknai kata menulis. Kata kerja ini bisa diartikan dari sudut pandang input (niat), proses, output (tujuan) ataupun dari para profesi kepenulisan. Selain dapat diartikan dari berbagai sudut pandang yang telah disebutkan di atas, mendefinisikan kata “menulis” dapat juga dilihat dari aspek manfaat. Sebut saja misal sebagai suatu terapi. Terapi mencerminkan satu kepedulian (Eng: Care for) untuk mengobati sesuatu, seseorang atau diri sendiri. Jadi, menulis sebagai suatu terapi. adalah suatu aktivitas mengekpresikan kepedulian kita untuk mengobati sesuatu, seseorang atau diri sendiri ke dalam bentuk rangkaian kata.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apa tujuan dari menulis sebagai terapi? Kalau untuk mengobati diri sendiri, menulis sebagai terapi bertujuan untuk menemukan jati diri (who am I). Kemudian, bagaimana menulis sebagai terapi untuk menemukan jati diri? Ada satu kata kunci dari pengertian menulis sebagai terapi di alinea atas, yaitu kepedulian. Ya, peduli terhadap diri sendiri menggambarkan suatu cara menulis sebagai terapi untuk menemukan jati diri.

Lanjutkan membaca Memanfaatkan Alter Ego Untuk Menulis

Tips Mudah Menjinakkan Imajinasi

Insprasi tulisan ini berasal dari panduan menulis cepat Steve Manning. Ramuan tersebut saya pinjam untuk membuat adonan cara praktis menciptakan FF (Flash Fiction)

Sumber Gambar: bestblackhatforum.com
Sumber Gambar: bestblackhatforum.com

Menjinakkan imajinasi. Ya, ini adalah hal pertama yang terpikir oleh saya. Lengkapnya adalah, bagaimana memeras imajinasi menjadi sekumpulan ampas kata. Bagaimana, sulit mencerna arti menjinakkan imajinasi? Kalau begitu jangan pedulikan dahulu.Maksudnya, jangan terbebani menjadikan imajinasi sebagai patokan awal untuk menciptakan FF. Selamat bagi Anda yang mempunyai imajinasi kuat dan mampu mentranfernya ke dalam rangkaian kata. Itu adalah modal utama untuk membuat cerita.Tapi jangan khawatir bagi orang yang kesulitan menerjemahkan imajinasi. Ini ada kiat yang mungkin bisa dilakukan semua orang bila berkeinginan kuat memproduksi FF.

  Lanjutkan membaca Tips Mudah Menjinakkan Imajinasi

Rahasia Menulis Cepat -Speedwriting- Telah Terbongkar

Rahasia Menulis Cepat Ini Sangat Berguna Bagi Blogger Yang Ingin Produktif Menulis. SEMUANYA GRATIS DAN BERGARANSI HANYA UNTUK KALIAN!!!!

*****

Sumber Gambar: bestblackhatforum.com
Sumber Gambar: bestblackhatforum.com

Awalnya saya juga tak percaya formula ini. Formula apa itu? Jelas, formula ini terkait dengan kiat atau cara menulis. Yaitu formula menulis menggunakan kebiasaan gaya bicara Anda. BENAR!!! Selamat bagi Anda yang telah menggunakan formula ini. Atau, Anda yang terbiasa berbicara cerewet, ya Anda yang mempunyai kebiasaan berbicara cerewet berpotensi menjadi penulis terkenal bila mengikuti rangkaian formula ajaib ini. Jangan khawatir, bagi Anda yang tidak cerewet juga masih bisa menggunakannya. Ikuti terus tulisan ini.

Lanjutkan membaca Rahasia Menulis Cepat -Speedwriting- Telah Terbongkar

Merawat Blog Personal Brand (1)

Saya sepertinya merasakan juga, nge-blog itu pelan-pelan dapat mengubah hidup saya. Masih ingat, saya memulai nge-blog di Kompasiana akhir bulan November 2009.

Pada saat itu, bisa dibilang saya hanya bermodalkan nekad saja. Kenapa bisa? Ya selepas dari keluar kerja, saya tak sengaja membaca beberapa postingan di Kompasiana.

Lama-lama saya terpengaruhi untuk mengkomentari satu-persatu postingan di sana. Karena syarat untuk mengkomentari postingan harus menjadi anggota Kompasiana, maka mendaftarlah saya.

Itu pun proses mendaftarnya masih melalui hape yang bisa internet. Selebihnya ketika saya mau menulis postingan dan menayangkannya, beberapa kali saya harus ke warnet.

Lanjutkan membaca Merawat Blog Personal Brand (1)

Liputan Blogger | Karena Blogger Juga Reporter