Bengong-adalah-melamun-bisa-menghilangkan-memori-melamun-adalah
Ilustrasi. Sumber Gambar: http://www.careerealism.com

Bengong. Beberapa hari kemarin saya mau menulis artikel bertema bengong. Sepertinya asyik membahas tema ini. Mulai dari pertanyaan: Kapan anda terakhir kali bengong? biar tidak bingung, mari menyatukan persepsi: Apa yang dimaksud bengong dalam tulisan ini?

Kata kuncinya adalah fokus. jadi kalau bengong itu membiarkan diri kita tidak fokus dengan keadaan saat ini lalu membiarkan pikiran sendiri mengembara ke masa-masa lalu atau berkhayal.

 

Lalu, apakah bengong itu negatif? Saya sendiri menganut prinsip segala apa yang berlebihan atau berkekurangan itu tidak baik. Jadi yang sedang-sedang saja itu bagus. Nah sama seperti bengong,

Kalau bengong terlalu sering tentu akan memakan waktu produktif. Bagaimana kalau ada seseorang yang tidak sama sekali bengong dalam perjalanan hidupnya? Sepertinya pertanyaan ini terlalu berlebihan ya.

Saya pikir ada di saat-saat seseorang memang harus bengong, biasanya menjelang tidur (malam). Berarti pertanyaannya: Selain menjelang tidur, adakah seseorang yang tidak sama sekali bengong?

Sepertinya pertanyaan terakhir ini masih terlalu berlebihan. Maksud saya, adakah seseorang yang tidak suka bengong akibatnya orang itu berusaha terus untuk produktif atau bekerja?

Berarti kata kunci kedua dan ketiga adalah produktif dan bekerja. apakah bisa dikatakan definisi bengong adalah membiarkan pikiran tidak fokus untuk berproduktif dan bekerja? Kalau menurut saya sendiri, definisi itu tidak tepat.

Inilah yang saya mau bicarakan dari tadi, bengong itu tidak melulu membuang waktu produktif. Bengong terkadang ada gunanya buat produktifitas apalagi buat pekerjaan. Bengong seperti apa yang ada gunanya?

1.       Bengong Untuk Mencari Ide Kreatif:     

Berpikir kreatif identik terkait dengan proses “keluar kotak” (out of the box). Nah bengong adalah media yang cocok bagi orang yang ingin kreatif. Alasannya pikiran yang tidak terkontol akibat bengong, akan “keluar dari kotak kekakuan berpikir.”

Maksud dari kekakuan berpikir, tidak memikirkan hal yang satu itu terus-menerus untuk memecahkan solusi. Biarkan pikiran “terbang ke mana-mana” menikmati angan-angan. Tanpa disadari nantinya pikiran akan mampir ke suatu solusi kreatif.

2.       Bengong Untuk Menemukan Passion

Passion adalah semangat. Lengkapnya, semangat dari seseorang yang terus berkobar untuk mendemontrasikannya keahlian khasnya. Nah keahlian khas dari seseorang tidak mudah untuk ditemukan. Ada caranya, yang terkadang melalui proses jatuh bangun.

Di sinilah peran bengong sangat penting untuk menemukan passion. Inti dari bengong adalah membiarkan diri sendiri di bawah kontrol pikiran yang kemana-mana, termasuk membiarkan pikiran membayangkan mind mapping potensi keahlian khas diri sendiri (“membiarkan berarti jangan langsung menulis hasil mind mapping, nikmati saja dulu”).

Nah dari mind mapping inilah, passion bisa ditemukan.

3.       Bengong Untuk Mengasah Empati

Bengong adalah lawan dari berpikir rasional. Maksud dari berpikir rasional, semua yang terjadi harus ada alasan yang masuk akal. Kalau berpikiran rasiional terus-menerus diasah maka dampak negatifnya akan kehilangan kemampuan berempati untuk memahami permasalahan orang lain.

Sebaliknya, kemampuan berempati bisa diasah melalui bengong. Alasannya bengong akan memandu diri sendiri membayangkan skenario “bagaimana kalau permasalahan orang lain itu terjadi pada diri sendiri?”

4.       Bengong Untuk Mengenang Ingatan Yang Dilupakan

Pernah mengalami kehilangan barang lalu mencoba diingat-ingat tetap lupa keberadaan barang itu? Coba minta bantuan imajinasi melalui proses bengong untuk menemukan barang itu.

Akan tetapi, moment untuk bengong seperti ini jangan dipaksakan. Butuh suasana lepas dari kekakuan berpikir atau rileks. Oleh karena itu, biasanya ketika solat (bagi muslim), seseorang baru ingat keberadaan barang tersebut. Alasannya, solat adalah momentum yang cocok untuk melepaskan diri dari kekakuan berpikir

Tentunya ada momentum lain selain solat untuk bengong seperti ini. Menikmati guyuran air ketika mandi, menjelang terlelap ketika tidur malam, dan meditasi juga bisa menjadi momentum bengong.

5.       Bengong Untuk Mengembalikan Mood

Ketika jenuh bekerja atau jenuh dari rutinitas, cobalah bengong. Seringkali bengong akan memandu diri sendiri mengembara kepada kenangan-kenangan terindah yang pernah dialami.

Nah cobalah bengong versi ini ketika jenuh, lalu nikmatilah kenangan terindah itu sampai pada momentum senyum-semyum sendiri. Kalau sudah senyum-senyum sendiri berarti mood bahagia sudah kembali

Iklan