Batara Wisnu Serta Para Dewa Turun Ke Bumi | Ilustrasi | Gambar Dari Youtube Museum BPK RI Berjudul Lukisan Batik

Satu-persatu bayangan bercahaya masuk ke lima tubuh para pembantu raja. Terakhir, menitis ke tubuh yang berbalut kain selempang putih. Namanya Begawan Ciptoning, Pemimpn para patih Kerajaan titisan Batara Wisnu. Sang Dewa dengan berkendara burung Garuda, turun menitis ke bumi bersama dewa-dewa lainnya berkat doa rakyat yang sedang di-dzalimi raja.

 

Raja semena-mena menarik upeti yang datang langsung dihadapannya. Bukan hanya itu saja, upeti yang terkumpul bukannya dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat malah menyengsarakannya. Rakyat yang menderita karena kesewenangan raja akhirnya hanya bisa berdoa ke Yang Maha Kuasa agar mendapat pertolongan.

 

Semenjak peristiwa itu, Begawan Ciptoning bersama para patih berusaha melayani langsung keinginan-keinginan rakyat agar mereka sejahtera. Tugas para patih itu adalah mengawasi penerimaan upeti, mengawasi kegiatan pertanian, perairan serta pertambangan, dan  mengawasi serta mencatat pelanggaran penerimaan upeti lalu yang bersalah dilaporkan ke patih penegak hukum.

 

Raja pun senang mendapat perlakuan dan contoh yang baik dari Begawan Ciptoning bersama empat patihnya. Raja tidak lagi semena-mena semenjak pelaku-pelaku pencurian upeti dari para pebantu raja lainnya, ditangkapi. Raja merasa puas dengan penerimaan upeti yang bertambah karena setiap enam bulan Begawan Ciptoning melaporkan jumlah harta kerajaan ke hadapannya.

 

Tri Dharma Arthasantosha

Tri Dharma Arthasantosha Dan Lambang BPK RI | Gambar Dari Youtube Museum BPK RI Berjudul Lukisan Batik

Tidak mudah bagi Begawan Ciptoning bersama empat patih titisan dewa, mendapat kepercayaan dari raja. Selama tugasnya, ada banyak godaan terutama berupa harta dan wanita. Berkat tiga prinsip Batara Wisnu yang ikut menitis ke diri Begawan Ciptoning, setiap godaan berhasil ditolaknya.

 

Tiga prinsip itu adalah integritas. independensi, dan profesionalisme. Integritas mengambarkan karakter cerdas diimbangi karakter arif dan bijaksana. Sehingga ketiga karakter itu membuat Begawan Ciptoning bersama empat patih berpikir, berperilaku dan bertindak konsisten serta teguh memegang nilai kebenaran dalam menjalankan tugasnya.

 

Independensi mengambarkan karakter tidak terikat dengan pihak manapun Sehingga karakter itu membuat Begawan Ciptoning bersama empat patih hanya berpihak pada nilai kebenaran dalam menjalankan tugasnya. Setiap godaan yang datang tegas ditolak.

 

Profesionalisme mengambarkan karakter yang menjunjung tinggi komitmen untuk terus melaksanakan amanah dan tugas. Sehingga karakter itu membuat Begawan Ciptoning bersama empat patih mampu menjadi pembawa harapan rakyat yang ingin sejahtera.  

 

Ketiga prinsip inilah yang disebut Tri Dharma Arthasantosha, yaitu tiga prinsip kebaikan yang mengajarkan bahwa uang atau harta bisa membawa rakyat ke keadaan sentosa atau sejahtera. Hasil dari ajaran Tri Dharma Arthasantosha akhirnya juga meluluhkan hati raja untuk menerima nasehat Begawan Ciptoning untuk melakukan pembangunan fasilitas umum dan sosial untuk rakyat. karena jika rakyat sejahtera maka mereka akan bekerja lebih giat yang berakibat kerajaan akan lebih makmur lagi.

 

Museum Badan Pemeriksa Keuangan

Lukisan Batik Yang Menceritakan Begawan Ciptoning Titisan Batara Wisnu | Ilustrasi | Gambar Dari Youtube Museum BPK RI Berjudul Lukisan Batik

Dongeng Begawan Ciptoning ini diambil dari channel Youtube Museum BPK RI yang berjudul Lukisan Batik. Lukisan batik yang diceritakan di video tersebut sampai saat ini menjadi hiasan utama dinding salah satu ruang di Museum BPK RI.

 

Bagi yang ingin tahu jejak sejarah BPK RI mengawal harta negara sampai mengawal kesejahteraan rakyat, datanglah ke Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Alamat Museum BPK RI sendiri di komplek eks Karesidenan Kedu. Jln. P.Diponegoro No.1 Kota Magelang, Jawa Tengah.

 

Di Museum BPK RI ini, banyak ditemui alat peraga yang sudah modern dalam arti sudah atraktif dan menarik. Sejarah lahir dan perkembangan BPK misalnya dijelaskan di dinding dengan infografis garis waktu. Ada juga penjelasan infografis-infografis lainnya mengenal BPK yang masih menghiasi tembok-tembok ruang museum.  Lukisan  dinding 2D serta lukisan 3D yang interaktif juga terdapat di dalamnya. Semuanya berwarna-warni.

Infografis PerjalananSejarah BPK RI | Sumber Gambar Di Sini

Lalu masih ada alat-alat peraga yang mengikuti perkembangan zaman sekarang, misal game edukasi Little Auditor serta BPK Puzzle. Ada juga film animasi pendek tentang Visi Misi BPK RI, Pemeriksaan Kinerja BPK-RI serta dongeng Lukisan Batik BPK-RI. Tidak ketinggalan ada juga Interactive Software sejarah BPK yang bisa eksplorasi dengan tangan dan Augmented Reality yang menjelaskan Kecanggihan Museum BPK-RI. Di ruang Audio Visual Museum BPK RI bisa disaksikan (dari layar yang melengkung horizontal), beberapa film dokumentasi BPK atau film fiksi bertema kinerja BPK.

 

Tidak ketinggalan ada juga koleksi benda, arsip dan pemorabilia peninggalan Badan Pemeriksa Keuangan era-era dulu. Ada koleksi surat tulisan tangan dari anak-anak pejabat BPK era dulu yang inspiratif. Arsip berita tentang kinerja dan prestasi BPK. mobil Volvo, mesin tik, foto-foto serta radio peninggalan BPK era dulu. Dan, masih banyak lagi,

Menurut Wakil Ketua BPK, Sapto Amal Damandari (mengutip pemberitaan di sItus BPK di sini), sewaktu Museum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diresmikan ulang sebagai museum modern pada 9 Januari 2017:

 

“Isi museum BPK merupakan cerita perjalanan BPK sejak berdiri tahun 1947 sampai sekarang. Koleksinya sebagian ada yang realita (benda asli) dan juga replika. Agar diminati pengunjung, kami susun konsep modern untuk menghilangkan kesan seram dan tidak menarik.”

 

Selain menghilangkan kesan seram dan tidak menarik, Museum BPK RI yang berkonsep modern serta atraktif akan mudah diserap berbagai infomasi edukatif dan sejarahnya oleh para pengunjung. Misal seperti penceritaan dongeng Lukisan Batik Begawan Ciptoning. Pengunjung akan tahu bahwa prinsip integritas. independensi, dan profesionalisme (Tri Dharma Arthasantosha) segenap pegawai serta pejabat BPK (untuk mengawal harta negara dan mengawal kesejahteraan rakyat) diambil dari nilai-nilai kebaikan Batara Wisnu.

 

Selamat Ulang Tahun Ke-71 BPK,

Semoga Perjalanan Ke Depannya Kinerja Dan Prestasi BPK Dalam Mengawal Harta Negara Dan Mengawal Kesejahteraan Rakyat, Bisa Terus-Menerus Menjadi Inspirasi Bagi Lembaga Negara Lainnya Dalam Pemberantasan Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme.

 

Alamat Museum BPK RI

Ingin tahu lebih lanjut tentang kegiatan Museum BPK RI. Follow:

IG @museum_bpkri

Iklan